Protokol LAN
PROTOKOL LAN
PENGERTIAN
Protokol jaringan komputer adalah aturan yang ada dalam sebuah jaringan komputer yang harus ditaati oleh pihak pengirim dan penerima agar dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi meskipun memiliki sistem yang berbeda.Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya.
FUNGSI
1. Digunakan untuk membantu proses Flow Control pada jaringan komputer
2. Digunakan untuk membantu proses Error Control pada jaringan komputer
3. Digunakan untuk membantu proses multiplexing pada jaringan komputer.
4. Digunakan untuk membantu proses transmisi paket data pada jaringan komputer.
5. Digunakan untuk membantu melakukan control terhadap koneksi didalam jaringan komputer
6. Digunakan untuk membantu pemecahan paket data dan penyusunan kembali paket data di dalam jaringan komputer
7. Digunakan untuk membantu memberikan alamat pada jaringan komputer.
8. Digunakan untuk memberikan perintah dan menjalankan perintah pada jaringan komputer
9. Digunakan untuk membatu dalam pengiriman dan transmisi paket data didalam jaringan komputer
10. Digunakan untuk membantu pembungkusan paket data dan unit paket data serta pembukaan pembungkusan didalam jaringan komputer.
11. Menjadi dasar didalam pemodelan layer pada jaringan komputer
12. Membantu menyediakan layanan secara cepat didalam jaringan komputer tanpa perlu pengecekan didalamnya.
13. Membantu dalam penyediaan layanan berbasis web dan elektronik.
14. Layanan keamanan dan adanya enkripsi serta kriptografi.
CONTOH PROTOKOL LAN
1. ETHERNET
Protokol Ethernet merupakan protokol LAN yang paling banyak dipakai karena berkemapuan tinggi dengan biaya yang rendah. Protokol Ethernet menggunakan standard spesifikasi IEEE 802.3, bekerja berdasarkan brodcast network. Dimana setiap node (host) menerima setiap data yang dikirim oleh node lain. Menggunakan mekanisme (metode akses) yang di sebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access / Collison Detection).
Cara Kerja Protokol Ethernet :
1) Cara kerja dari Protokol Ethernet yakni sebelum mengirim data, suatu Host (komputer) memeriksa apakah network (jaringan) ada pengiriman data.
2) Jika tidak ada pengiriman data (network sepi), baru host tersebut melakukan pengiriman data.
3) Jika network sibuk , host akan menunggu sampai network sepi. Bila 2 host pada saat yang bersamaan melakukan pengiriman data, terjadilah tabrakan (collision).
4) Jika hal ini terjadi, kedua host mengirimkan sinyal jam ke network dan semua host berhenti mengirimkan data dan kembali menunggu.
5) Kemudian secara random, host-host menunggu dan mengirimkan data kembali. Back off algorithm digunakan untuk mengatur pengiriman ulang setelah terjadi tabrakan.
Kecepatan Ethernet :
Dari sisi kecepatan, ethernet terbagi menjadi empat jenis yaitu ethernet, fast ethernet, gigabit ethernet, dan 10 gigabit ethernet. Ethernet memiliki kecepatan 10 mbps, fast ethernet memiliki kecepatan 100 mbps, gigabit ethernet memiliki kecepatan 1024 mbps atau 1 gbps, dan 10 gigabit ethernet memiliki kecepatan 10 gbps.
Dengan kemampuan transmisi data secepat itu, ethernet mampu mengirimkan data yang cukup besar seperti vide atau suara. Ethernet mengirimkan data melalui kabel yang membagi aliran data menjadi potongan-potongan pendek yang disebut dengan ethernet frame.
2. TOKEN RING
Protokol Token Ring diciptakan oleh perusahaan IBM menggunakan topologi Ring. Kecepatan Token Ring bisa mencapai 4 Mbps dan 16 Mbps (untuk saat ini tergolong lambat). Dalam pengunaannya komputer yang dihubungkan ke jaringan token Ring melalui suatu hub khusus untuk Token Ring yang disebut Multi -Station Access Unit (MSAU). MSAU memiliki ring input port (RI), Ring Output port dan sejumlah port untuk berhubungan dengan komputer. Protokol Token Ring menggunakan metode yang disebut Beaconing untuk mencari kesalahan jaringan. Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan jaringan Token Ring adalah panjang lingkaran token tidak boleh lebih dari 121,2 meter untuk kabel jenis UTP. Lobe dalam Token Ring adalah kabel untuk menghubungkan suatu komputer ke port MSAU dengan panjang maksimum 45,5 meter untuk jenis UTP dan 100 Meter untuk jenis STP.
Karakteristik Topologi Jaringan Ring (Token Ring)
1. Node‐node atau komputer-komputer dalam jaringan dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran atau cincin.
2. Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
3. Paket‐paket data dapat mengalir dalam jaringan adalah satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision atau tabrakan data dapat dihindarkan.
4. Kesulitan pada topologi ini adalah jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan
5. tersebut.
6. Type kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
3. FDDI
Fiber Distributed Data Interface (FDDI) yang diciptakan ANSI adalah protokol yang menggunakan topologi lingkaran fiber optik ganda yang disebut lingkaran primary dan lingkaran secondary. Kedua lingkaran tersebut dapat digunakan untuk pengiriman data namun hanya lingkaran primary yang biasanya dipakai sebagai jaringan utama. Lingkaran secondary baru berfungsi jika lingkaran primary mengalami kerusakan. Jaringan FDDI mempunyai kecepatan 100 Mbps melalui media fiber optik. Fiber optic yang umumnya dipergunakan oleh FDDI adalah kabel multi-mode fiber optik tipe 62.5/125 pm. Setiap lingkaran jaringan FDDI dapat mencapai panjang 200 KM dengan jumlah workstation maksimum sebesar 500 buah. Jarak maksimum antar workstation adalah 2 km.
FDDI juga menyediakan sarana penggunaan kabel copper yang sering juga disebut Copper stranded Distributed Data Interface (CDDI).
Keuntungan penggunaan fiber optik ini :
• Bandwidth yang besar
• Tidak terganggu oleh sinyal listrik
• Memiliki kapasitas untuk pemakaian jarak jauh
Ada dua jenis concentrator, yaitu concentrator tunggal yang berhubungan dengan satu lingkaran FDDI, dan concentrator ganda yang berhubungan dengan kedua lingkaran FDDI.
Spesifikasi FDDI :
· Media Access Control (MAC) – Spesifikasi MAC mendefinisikan bagaimana suatu media transmisi diakses, termasuk definisi format frame, penanganan token, pengalamatan, algoritma perhitungan cyclic redundancy check (CRC), dan mekanisme error recovery.
· Physical Layer Protocol (PHY) – Spefisikasi PHY mendefinisikan prosedur enkoding/dekoding data, kebutuhan clock, framing dan fungsi lainnya.
· Physical Medium Dependent (PMD) — PMD mendefinisikan karakteristik media tarnsmisi, termasuk sambungan serat kaca, level listrik, bit error rates, komponen optik, dan konektor yang dibutuhkan.
· Station Management (SMT) — Spesifikasi SMT mendefinisikan konfigurasi stasiun FDDI, konfigurasi ring, dan kontrol terhadap ring, termasuk penambahan dan pengurangan stasiun baru, inisialisasi, perlindungan terhadap kegagaan dan recovery, penjadwalan, dan koleksi data statistik tentang jaringan FDDI.
4. ATM
Asynchronous Transfer Mode(ATM) adalah protokol yang diatur oleh badan internasional ITU-T yang menggunakan ukuran frame dengan panjang tetap sebesar 53 byte yang disebut sel. ATM sangat cepat dan dapat memiliki bandwidth yang sangat besar menggunakan jalur transmisi cepat seperti SONET, DS-1, OC-3, OC-12, T3, FDDI 100 Mbps, Fiber Channel 155 MBps. Oleh sebab itu, umumnya menggunakan media fiber optik yang dapat mencapai kecepatan 622 Mbps. ATM juga menyediakan sarana penggunaan kabel UTP CAT-5 dengan kecepatan 155 Mbps.
Cara Kerja ATM
Cara kerja ATM adalah dengan memotong-motong dan menggabungkan kembali berbagai tipe trafik informasi tersebut (voice, video dan data) dalam format sel berukuran 53 byte melalui saluran fisik yang sama. Proses tersebut dinamakan statistical multiplexing. Masing sel terdiri dari 48 byte payload (berisi informasi) dan 5 byte header (berisi alamat dan routing).
Karakteristik ATM
1) Pada basis link to link tidak menggunakan proteksi error dan flow control.
2) ATM beroperasi pada connection oriented mode
3) Pengurangan fungsi header
4) Lapisan Protokol ATM
5) Panjang filed informasi dalam satu cell relatif kecil
REFERENSI
https://www.teorikomputer.com/2015/10/pengertian-dan-fungsi-protokol-pada.html
https://www.teorikomputer.com/2012/08/kelebihan-dan-kelemahan-topologi-token.html
Komentar
Posting Komentar