Performansi Jaringan

 

PERFORMANSI JARINGAN

 

PENGERTIAN

Performansi jaringan adalah tingkat pencapaian yang terukur mengenai seberapa  baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan  sifat dari suatu layanan. Kinerja jaringan dapat diukur dengan mengetahui Quality  of Service (QoS).Quality of Service (QoS)didefinisikan sebagai suatu pengukuran   tentangseberapa baik suatu jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karaktristik dan sifat dari suatu layanan. QoS mengacu pada kemampuan suatu  jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu  dengan teknologi yang berbeda-beda. Tujuan dari QoS adalah untuk memenuhi   layanan yang berbeda yang menggunakan infrastruktur yang sama.

 

QUALITY OF SERVICES(QoS)

Quality of Service (QoS) adalah kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan yang baik dengan menyediakan bandwidth, mengatasi jitter dan delay.  Parameter QoS adalah latency, jitter, packet loss, throughput, MOS, echo cancellation dan PDD. QoS sangat ditentukan oleh kualitas jaringan yang  digunakan.  

Terdapat beberapa faktor yang dapat menurunkan nilai QoS, seperti :

Redaman, Distorsi, dan Noise.

QoS didesain untuk membantu end user (klien) menjadi lebih produktif dengan  memastikan bahwa user mendapatkan performansi yang handal dari   aplikasi-aplikasi berbasis jaringan. QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk  menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda.

 

JENIS-JENIS QoS

1. Intrinsic QoS

Intrinsic QoS adalah kualitas layanan jaringan yang diperoleh melalui: 1. Desain teknis jaringan, yang menentukan karakteristik koneksi melalui jaringan. 2. Kondisi akses jaringan, terminasi, dan koneksi antar sakelar yang menentukan jaringan sudah cukup untuk menangani semua permintaan pengguna. Dengan kata lain, QoS intrinsik dapat dijelaskan dengan parameter kinerja jaringan seperti latensi, throughput, dan lainnya.

2. Perceived QoS

Perceived QoS adalah kualitas layanan jaringan yang diukur ketika layanan digunakan. QoS yang dirasakan sangat tergantung pada kualitas QoS intrinsik dan pengalaman pengguna layanan serupa. Namun, QoS yang dirasakan ini diukur oleh peringkat rata-rata opsi pengguna.

3. Assessed QoS

Assessed QoS merujuk kepada seberapa besar keinginan pengguna untuk terus menggunakan layanan tertentu. Hal ini memengaruhi keinginan pengguna untuk membayar layanan yang mereka gunakan. QoS tertimbang sangat tergantung pada QoS yang dirasakan masing-masing pengguna.

 

MEKANISME QoS

Mekanisme QoS (Quality of Service) mampu menghitung dan mengukur berapa besarnya nilai throughput, packet loss, delay dan mencocokannya dengan kebutuhan aplikasi yang ada digunakan dalam jaringan akses tersebut. Untuk itu diperlukan jaringan akses yang handal untuk dapat mendukung penyediaan layanan IPTV (Internet Protocol Television) pada kabel tembaga, karena bandwidth yang saat ini disediakan untuk IPTV (Internet Protocol Television) adalah sebesar 6 Mbps, dengan kecepatan downstream sebesar 6 Mbps, kecepatan upstream sebesar 1 Mbps, redaman sebesar 25 dB, dan S/N (signal to noise) sebesar 38,4 dB. Sehingga dengan menggunakan parameter QoS (Quality of Service) yaitu throughput, packet loss, dan delay pada jaringan akses kabel tembaga IPTV (Internet Protocol Television) dapat mengetahui kualitas layanan yang diterima pelanggan agar layanan pada jaringan akses IPTV (Internet Protocol Television) ini bisa bekerja lebih optimal.

 

MANFAAT PERFORMANSI JARINGAN

l Memberikan prioritas terhadap aplikasi-aplikasi yang kritis

2 Memaksimalkan penggunaan investasi jaringan

3 Meningkatkan performansi untuk aplikasi yang sensitif terhadap delay, seperti voice dan video.

4 Merespon perubahan aliran trafik yang ada di jaringan.

 

PARAMETER PERFORMANSI JARINGAN

1. Throughput

Yaitu kecepatan (rate) transferdata efektif, yang diukur dengan satuan bps (bi tper second). Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sampai ke  tujuan selama interval tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Ada juga   yang disebut dengan goodput. Goodput merupakan kecepatan transfer yang berada   antara aplikasi di pengirim ke aplikasi di penerima.

2. PacketLoss

Parameter yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang pada saat transmisi. Packetloss diukur dalam persen (%). Paket dapat hilang karena disebabkan oleh collisiondan congestionpada jaringan.Hal ini berpengaruh pada semua aplikasi,  karena retransmisi akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan,    meskipun bandwidthyang disediakan mencukupi. Bandwidth adalah lebar jalur yang  dipakai untuk transmisi data atau kecepatan jaringan. Aplikasi yang berbeda membutuhkan bandwidth yang berbeda juga. Secara umum perangkat jaringan  memiliki buffer(tampungan sementara) untuk menampung data yang diterima. Jika terjadi congestionyang cukup lama, maka bufferakan penuh dan tidak bisa  menampung data baru yang akan diterima, sehingga mengakibatkan paket selanjutnya hilang.

3. Packet Drop

Packet drop berkaitan dengan antrian pada link. Jika ada paket datang pada suatu  antrian yang sudah penuh, maka paket akan didrop/dibuang sesuai dengan jenis antrian yang dipakai.

4. Delay(Latency)

Delay adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal sampai  ke tujuan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, congestion atau juga  waktu proses yang lama. Selain itu adanya antrian atau mengambil rute lain untuk   menghindari kemacetan juga dapat mempengaruhi delay, oleh karena itu  mekanisme antrian dan routing juga berperan.

5. Jitter

Jitter didefinisikan sebagai variasi delay dari sebuah paket yang berasal dari aliran  data yang sama. Jitter yang tinggi artinya perbedaan waktu delay-nya besar,  sedangkan jitter yang rendah artinya perbedaan waktu delay-nya kecil. Jitter dapat diakibatkan oleh variasi-variasi panjang antrian, waktu pengolahan data, dan juga  dalam waktu penghimpunan ulang (reasembly) paket-paket di akhir perjalanan.

6. Reliability

Realibility adalah karakteristik kehandalan sebuah aliran data dalam jaringan  internet. Masing-masing program aplikasi memiliki kebutuhan realibility yang   berbeda. Untuk proses pengiriman data, e-mail, dan pengaksesan internet     jaringan internet harus dapat diandalkan dibandingkan dengan konferensi audio atau saluran telepon.

7. Bandwidth

Bandwith adalah lebar jalur yang dipakai untuk transmisi data atau kecepatan  jaringan. Aplikasi yang berbeda membutuhkan bandwith yang berbeda. Dalam  beberapa aplikasi, kebutuhan akan parameter kinerja jaringan di atas    berbeda-beda

 

NETWORK MONITORING

Monitoring Jaringan adalah proses pengumpulan dan melakukan analisis terhadap data-data pada lalu lintas jaringan dengan tujuan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki Jaringan Komputer.

Monitoring jaringan juga dapat menjadi alat yang berguna dalam menentukan mengapa jaringan atau koneksi sebuah internet sangat lambat. Mungkin ada satu aplikasi yang berjalan di latar belakang sedang menggunakan semua bandwidth yang tersedia untuk memperbarui sesuatu atau mungkin mengundang malware. Jika program ini mengalami beban berat, aplikasi lain seperti browser web mungkin mengalami kesulitan dalam mengakses Internet. Sekali lagi, memonitoring dapat dilakukan dengan menutup aplikasi tersebut secara paksa untuk mengembalikan bandwidth. Monitor jaringan lain bahkan memungkinkan Anda untuk menetapkan batas bandwidth sehingga distribusi bandwidth lebih seimbang.

 

Tools yang biasa digunakan untuk Network Monitoring

1. SolarWinds Network Performance Monitor

Menggunakan alat ini, pengguna dapat menemukan perangkat jaringan (network devices) secara otomatis dalam waktu singkat. SolarWinds menggunakan antarmuka sederhana. SolarWinds adalah salah satu network monitoring tool termudah dan paling intuitif.

Menggunakan SolarWinds, pengguna dapat kustomisasi sesuai kebutuhan. Pengguna SolarWinds dapat menyesuaikan dashboard berbasis web, grafik dan menampilkan kinerja. Untuk teknisi jaringan atau network administrator tentu saja alat ini akan menyediakan kenyamanan dalam mendesain topologi yang kompatibel dengan infrastruktur jaringan.

2. PRTG Network Monitor dari Paessler

PRTG merupakan sebuah aplikasi monitoring jaringan yang dikenal karena kemampuannya yang canggih dalam mengelola insfrastruktur IT. Semua perangkat, sistem, traffic, dan aplikasi dalam jaringan bisa dengan mudah ditampilkan dalam hierarki antarmuka yang sangat mudah digunakan.

PRTG menggunakan teknologi seperti SNMP, WMI, SSH, Flows / Packet Sniffing, HTTP Request, REST API, ping, SQL. Hal ini dapat dikatakan, PRTG network monitoring application adalah pilihan ideal untuk perusahaan yang masih kurang pengalaman dalam network management.

Fitur paling unggul dari PRTG adalah kemampuannya untuk memonitor perangkat ke pusat data yang menggunakan aplikasi seluler. Sebuah QR code yang cocok dengan sensor label cetak akan dipasang ke pangkat fisik. Lalu, untuk memindai kode dan melihat informasi perangkat, gunakan aplikasi seluler dan kemudian ringkasan informasi perangkat akan segera muncul pada layar seluler.

3. Zabbix

Zabbix adalah sebuah tool network monitoring berdasarkan pada antarmuka WEB GUI yang mudah digunakan. Zabbix lebih berfokus pada network monitoring tool untuk memonitor server dan perangkat keras pada jaringan. Salah satu dari fitur andalannya adalah Zabbix dapat memprediksi tren dalam lalu lintas jaringan dan juga dapat memprediksi perilaku jaringan di masa yang akan datang berdasarkan rekaman data historis.

Karena zabbix adalah open source, banyak komunitas pengguna Zabbix yang tersebar di seluruh dunia dan banyak dokumen atau manual dapat dipelajari. Zabbix masih mencukupi untuk jenis topology jaringan dibawah 1000 node. Lebih dari itu, biasanya performa perangkat lunak ini akan menjadi lebih pelan atau berkurang. Sebagai tambahan, Zabbix tidak memiliki laporan real-time.

Kelebihan Zabbix

· Performa tinggi, berkapasitas tinggi (mampu memantau ratusan ribu perangkat)

· Penemuan otomatis server dan perangkat jaringan

· Penemuan tingkat rendah

· Pemantauan terdistribusi dengan administrasi web terpusat

· Dukungan untuk mekanisme polling dan trapping

· Agen kinerja tinggi asli (perangkat lunak klien untuk Linux, Solaris, HP-UX, AIX, FreeBSD, OpenBSD, OS X, Tru64 / OSF1, Windows 2000, Windows Server 2003, Windows XP, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7)

· Agen pemantauan

· Pemantauan JMX

· Pemantauan web

· Otentikasi pengguna yang aman

· Izin pengguna yang fleksibel

· Antarmuka berbasis web

· SLA, dan ITIL KPI pada pelaporan

· Pemberitahuan e-mail yang fleksibel pada acara yang telah ditentukan

· Tampilan tingkat tinggi (bisnis) sumber daya yang dipantau melalui layar konsol visual dan dasbor visual yang ditentukan pengguna

· Log audit

· Dapat digunakan untuk multi OS.

Komponen Zabbix

· Zabbix Server

Zabbix server adalah kompenan utama Zabbix. Komponen ini berisi konfigurasi dari zabbix dan service network.

· Zabbix Agent

Zabbix Agent adalah komponen yang berisi aplikasi monitor dan local resources.

· Zabbix Web Interface

Zabbix Web Interface adalah Komponen yang digunakan untuk mengakses monitoring data dan mengkonfigurasinya.

 

Referensi

https://publikasi.mercubuana.ac.id

https://adalah.co.id/qos/

https://netmonk.id/alat-monitoring-jaringan-populer/

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Referensi OSI dan TCP/IP

Perangkat Penyusun Komputer